Salah satu kebingungan yang paling sering muncul saat mengurus dokumen resmi adalah pertanyaan ini: “Apakah dokumen terjemahan saya perlu dilegalisasi notaris, atau cukup dari penerjemah tersumpah saja?”
Memahami perbedaan notaris dan penerjemah tersumpah bukan sekadar soal teknis administratif. Ini soal memastikan dokumen Anda tidak ditolak hanya karena menggunakan jalur yang salah.
Artikel ini membahas secara lugas perbedaan fungsi keduanya, kapan masing-masing dibutuhkan, dan bagaimana legalisasi notaris dokumen terjemahan berkaitan dengan peran penerjemah tersumpah dalam praktik nyata.
Memahami Peran Masing-Masing Profesi
Sebelum membandingkan, penting untuk memahami bahwa notaris dan penerjemah tersumpah adalah dua profesi yang berbeda secara mendasar, meskipun dalam beberapa konteks keduanya bisa saling melengkapi.
Apa Itu Notaris?
Notaris adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dan memberikan legalisasi atas dokumen hukum. Kewenangan notaris diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.
Notaris berperan dalam pembuatan akta perjanjian, akta pendirian perusahaan, pengesahan tanda tangan, pembuatan akta wasiat, dan berbagai keperluan hukum lainnya yang membutuhkan kekuatan akta otentik.
Yang perlu dipahami: notaris tidak memiliki kewenangan untuk menerjemahkan dokumen dari satu bahasa ke bahasa lain. Peran mereka adalah mengesahkan, bukan mengalihbahasakan.
Apa Itu Penerjemah Tersumpah?
Penerjemah tersumpah adalah profesional yang telah lulus ujian kompetensi resmi yang diselenggarakan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dan telah disumpah di hadapan pejabat berwenang. Mereka memiliki kewenangan untuk menghasilkan terjemahan dokumen yang memiliki kekuatan hukum dan diakui oleh instansi resmi.
Penerjemah tersumpah berperan mengalihbahasakan dokumen secara akurat sekaligus memberikan jaminan hukum atas kebenaran hasil terjemahannya melalui stempel dan tanda tangan resmi yang mereka bubuhkan.
Perbedaan Notaris dan Penerjemah Tersumpah Secara Langsung
Inilah inti dari notaris vs penerjemah tersumpah yang perlu dipahami sebelum mengurus dokumen apapun:
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa keduanya beroperasi di ranah yang
| Aspek | Notaris | Penerjemah Tersumpah |
| Fungsi utama | Membuat dan mengesahkan akta hukum | Menerjemahkan dokumen secara resmi |
| Dasar hukum | UU No. 2 Tahun 2014 | Permenkumham No. 29 Tahun 2016 |
| Kewenangan bahasa | Tidak berwenang menerjemahkan | Berwenang untuk pasangan bahasa tertentu |
| Output dokumen | Akta otentik | Terjemahan resmi bersetempel |
| Diakui oleh | Pengadilan, instansi hukum dalam negeri | Kedutaan, imigrasi, instansi internasional |
berbeda. Namun dalam praktiknya, ada situasi di mana keduanya dibutuhkan secara bersamaan.
Kapan Membutuhkan Penerjemah Tersumpah?
Gunakan jasa penerjemah tersumpah ketika dokumen berbahasa Indonesia perlu digunakan di luar negeri atau diserahkan ke instansi yang mensyaratkan terjemahan resmi, seperti:
Keperluan Imigrasi dan Visa
Kedutaan besar dan konsulat asing hampir selalu mensyaratkan terjemahan tersumpah untuk dokumen seperti akta lahir, akta nikah, ijazah, dan surat keterangan kerja. Terjemahan yang tidak bersetempel penerjemah tersumpah tidak akan diterima.
Berdasarkan pengalaman menangani berbagai kebutuhan dokumen imigrasi, kesalahan paling umum adalah klien menyerahkan terjemahan biasa yang dikira sudah cukup, padahal instansi tujuan mensyaratkan terjemahan tersumpah secara eksplisit.
Legalisasi dan Apostille
Proses apostille yang dilakukan melalui Kemenkumham juga sering kali mensyaratkan terjemahan tersumpah sebagai dokumen pendukung, terutama jika negara tujuan tidak berbahasa Indonesia.
Keperluan Hukum Internasional
Kontrak bisnis lintas negara, perjanjian kerjasama internasional, dan dokumen perusahaan yang melibatkan pihak asing membutuhkan terjemahan tersumpah agar memiliki keabsahan di mata hukum negara tujuan.
Kapan Membutuhkan Legalisasi Notaris untuk Dokumen Terjemahan?
Legalisasi notaris dokumen terjemahan diperlukan dalam situasi yang berbeda dari sekadar pengesahan terjemahan biasa. Ada beberapa konteks spesifik di mana peran notaris menjadi relevan:
Legalisasi Tanda Tangan Penerjemah
Beberapa instansi, terutama dalam konteks hukum domestik, mensyaratkan tanda tangan penerjemah tersumpah untuk dilegalisasi oleh notaris sebagai lapisan pengesahan tambahan. Ini bukan berarti notaris menerjemahkan, melainkan hanya mengesahkan bahwa tanda tangan pada dokumen terjemahan tersebut adalah asli.
Dokumen untuk Keperluan Pengadilan Dalam Negeri
Dalam beberapa proses hukum di pengadilan Indonesia, dokumen asing yang diterjemahkan mungkin memerlukan legalisasi notaris sebagai bagian dari persyaratan administrasi perkara.
Kombinasi Dokumen Hukum Kompleks
Untuk transaksi hukum yang melibatkan akta notaris sekaligus dokumen berbahasa asing, kedua profesi ini bekerja secara bersamaan: penerjemah tersumpah menerjemahkan isi dokumen, sementara notaris mengesahkan akta yang dihasilkan dari transaksi tersebut.
Penerjemah Tersumpah, Notaris, atau Keduanya?
Gunakan panduan berikut untuk menentukan langkah yang tepat:
Gunakan penerjemah tersumpah jika:
- Dokumen ditujukan ke kedutaan, konsulat, atau imigrasi luar negeri
- Diperlukan terjemahan resmi untuk proses apostille
- Kontrak atau perjanjian bisnis melibatkan pihak asing
- Keperluan akademik atau profesional di institusi internasional
Gunakan notaris jika:
- Perlu membuat atau mengesahkan akta hukum dalam negeri
- Diperlukan legalisasi tanda tangan pada dokumen domestik
- Proses hukum di pengadilan Indonesia membutuhkan akta otentik
Gunakan keduanya jika:
- Dokumen hukum kompleks melibatkan bahasa asing sekaligus perlu akta otentik
- Instansi tujuan mensyaratkan terjemahan tersumpah yang dilegalisasi notaris
Butuh Terjemahan Tersumpah yang Sah dan Terpercaya? Pilih Times Penerjemah
Jika dokumen Anda membutuhkan terjemahan resmi yang diakui oleh instansi dalam maupun luar negeri, Times Penerjemah adalah mitra yang tepat.
Kami menghadirkan penerjemah tersumpah bersertifikat resmi dengan SK Gubernur aktif, siap menangani berbagai jenis dokumen mulai dari akta, ijazah, kontrak bisnis, hingga dokumen imigrasi dengan hasil yang akurat dan terjamin legalitasnya.





