Tidak semua penerjemah bisa disebut penerjemah tersumpah. Ada proses panjang, ujian resmi, dan kualifikasi khusus yang harus dipenuhi sebelum seseorang mendapat gelar dan kewenangan tersebut.
Memahami syarat menjadi penerjemah tersumpah penting bagi dua pihak: bagi yang ingin berkarir di bidang ini, dan bagi masyarakat yang ingin memastikan penerjemah yang mereka gunakan benar-benar berkualifikasi resmi.
Artikel ini membahas secara praktis apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi penerjemah tersumpah di Indonesia berdasarkan regulasi yang berlaku.
Apa Itu Penerjemah Tersumpah?
Penerjemah tersumpah adalah penerjemah yang telah lulus ujian resmi yang diselenggarakan oleh Dewan Penerjemah Tersumpah Indonesia (DPTSI) bekerja sama dengan lembaga yang ditunjuk pemerintah, dan telah disumpah di hadapan notaris atau pejabat berwenang.
Hasil terjemahan mereka memiliki kekuatan hukum dan diakui oleh instansi resmi, kedutaan besar, pengadilan, serta lembaga internasional. Inilah yang membedakan penerjemah tersumpah dari penerjemah umum biasa.
Regulasi mengenai penerjemah tersumpah di Indonesia mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta dan ketentuan dari Kementerian Hukum dan HAM yang mengatur pengangkatan dan kewenangan penerjemah tersumpah.
Syarat Menjadi Penerjemah Tersumpah di Indonesia
Berdasarkan pengalaman dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan profesional di bidang terjemahan, ada beberapa syarat menjadi penerjemah tersumpah utama yang harus dipenuhi. Prosesnya tidak instan, tapi sangat terstruktur.
1. Kualifikasi Pendidikan
Syarat menjadi penerjemah tersumpah yang pertama adalah calon penerjemah tersumpah umumnya harus memiliki latar belakang pendidikan minimal Sarjana (S1), idealnya di bidang bahasa, sastra, linguistik, atau bidang terkait yang relevan dengan bahasa yang akan diterjemahkan.
Meski begitu, latar belakang pendidikan di luar bidang bahasa tetap bisa mendaftar, asalkan memiliki kompetensi linguistik yang dapat dibuktikan melalui ujian.
2. Penguasaan Bahasa yang Mumpuni
Ini adalah inti dari syarat menjadi penerjemah tersumpah yang paling tidak bisa dikompromikan. Calon wajib menguasai bahasa sumber dan bahasa target secara mendalam, bukan sekadar percakapan sehari-hari.
Penguasaan bahasa yang dimaksud mencakup:
- Tata bahasa formal dan teknis
- Kosakata hukum, medis, bisnis, dan akademik
- Pemahaman budaya dan konteks penggunaan bahasa
Dalam praktiknya, banyak calon penerjemah yang kompeten di percakapan umum namun kesulitan ketika menghadapi teks legal atau dokumen teknis. Itulah mengapa ujian tersumpah dirancang untuk menyaring kemampuan di level yang lebih dalam.
3. Ujian Penerjemah Tersumpah
Ujian ini diselenggarakan oleh lembaga bahasa Universitas Indonesia (UI) atau juga Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau lembaga yang ditunjuk secara resmi. Ujian mencakup dua komponen utama:
- Terjemahan dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia
- Terjemahan dari Bahasa Indonesia ke bahasa asing
Informasi Ujian Penerjemah Tersumpah (HPI)
Informasi Ujian Penerjemah Tersumpah Lembaga Bahasa UI
4. Pengambilan Sumpah
Setelah Anda dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikasi penerjemah tersumpah, selanjutnya Anda menuju pengambilan tersumpah Kemenkumham di hadapan notaris atau pejabat yang berwenang. Prosesi ini adalah tahap formal yang memberikan kekuatan hukum pada setiap terjemahan yang nantinya dihasilkan.
Pengucapan sumpah oleh penerjemah wajib dilakukan paling lambat 60 hari sejak keputusan pengangkatan resmi diterbitkan. Setelah selesai pengambilan sumpah ke dalam berita acara selanjutnya Anda mengajukan kepada pihak Kemenkumham.
Baca Juga:
- 5 Faktor yang Mempengaruhi Biaya Penerjemah Tersumpah
- Apa Itu Penerjemah Tersumpah? Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Penerjemah Biasa
Tantangan dalam Proses Sertifikasi
Syarat menjadi penerjemah tersumpah terlihat terstruktur, tapi dalam praktiknya ada beberapa tantangan yang sering dialami calon peserta ujian:
- Tingkat kesulitan ujian yang tinggi, terutama untuk teks hukum yang menggunakan terminologi sangat spesifik
- Persiapan yang kurang memadai karena minimnya sumber belajar yang tersedia secara terbuka
- Jadwal ujian yang terbatas sehingga calon peserta harus menunggu periode berikutnya jika tidak lulus
- Proses administrasi pasca-ujian yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra
Butuh Penerjemah Tersumpah yang Terpercaya? Percayakan ke Times Penerjemah
Menjadi penerjemah tersumpah bukan perjalanan yang singkat, tapi setiap tahapannya memiliki tujuan yang jelas: memastikan bahwa setiap terjemahan resmi yang beredar di masyarakat benar-benar dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
Tidak semua terjemahan diciptakan sama. Untuk dokumen resmi yang membutuhkan kekuatan hukum, Anda membutuhkan penerjemah yang benar-benar memenuhi syarat menjadi penerjemah tersumpah secara resmi.
Times Penerjemah menghadirkan layanan penerjemah tersumpah bersertifikat untuk berbagai kebutuhan dokumen resmi: visa, imigrasi, legalisasi, hingga keperluan hukum dan bisnis internasional.





